2

Obat Untuk Ibu Menyusui?

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling sempurna bagi bayi, karena ASI memiliki kandungan zat gizi dan antibodi (kekebalan tubuh) y...


Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling sempurna bagi bayi, karena ASI memiliki kandungan zat gizi dan antibodi (kekebalan tubuh) yang lebih lengkap dan mudah dicerna daripada susu formula atau makanan lainnya.Bayi yang mendapatkan ASI umumnya lebih jarang sakit, mengalami alergi atau kelebihan berat badan, serta cenderung lebih cerdas pada saat bertambah usia. Selain itu, pemberian ASI juga menguntungkan bagi sang ibu karena dapat mencegah kehamilan selama 6 bulan pertama (sebagai KB alami), membantu penurunan berat badan setelah melahirkan, serta menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium (indung telur).5 Oleh karena itu, setiap ibu sangat dianjurkan untuk memberikan ASI kepada bayi setelah melahirkan.
ASI tidak hanya diberikan selama 6 bulan pertama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) & UNICEF merekomendasikan ASI terus dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih, dengan disertai makanan pendamping ASI.1

Selama periode menyusui yang cukup panjang ini, ada kalanya seorang ibu jatuh sakit dan membutuhkan pengobatan. Nah, obat-obat tertentu yang digunakan oleh ibu dapat masuk ke dalam ASI dan memberikan efek kepada bayi. Obat yang diminum oleh ibu, akan diserap oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh termasuk kelenjar payudara. Di payudara tersebut obat akan bercampur dengan ASI.
Umumnya, semakin besar dosis obat yang digunakan atau semakin lama obat digunakan (pengobatan jangka panjang/kronis), semakin besar pula kadar obat yang berada di dalam ASI. Bayi yang baru lahir dan bayi yang lahir prematur (belum cukup bulan) juga mempunyai risiko lebih besar terhadap paparan obat melalui ASI. Hal ini dikarenakan fungsi ginjal dan hati yang belum berkembang dengan baik, sehingga obat lebih sulit dikeluarkan dari dalam tubuh dan berisiko terjadi penimbunan obat.2,3


Menurut WHO, ada 5 klasifikasi keamanan obat pada ibu menyusui:
  1. Obat yang diperbolehkan, yaitu obat yang berdasarkan hasil penelitian belum ditemukan memiliki efek samping pada bayi, sehingga dikategorikan aman untuk ibu menyusui dan bayinya.1
  2. Obat yang diperbolehkan, tetapi perlu diwaspadai efek sampingnya pada bayi. Secara teori, obat dapat menimbulkan efek samping tapi belum terbukti atau efek sampingnya ringan dan jarang terjadi. Ibu dianjurkan untuk memantau kondisi bayi.1
  3. Obat yang harus dihindari karena efek sampingnya pada bayi. Digunakan hanya bila obat sangat dibutuhkan oleh ibu. Bila terjadi efek samping pada bayi, ASI dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah pengobatan selesai.1
  4. Obat yang dihindari karena menghambat produksi ASI. Jika ibu harus mengonsumsi obat tersebut untuk jangka waktu pendek, tidak perlu stop ASI. ASI yang sedikit dapat diatasi dengan merangsang bayi menyusu lebih sering.1
  5. Obat yang tidak boleh diberikan karena menyebabkan efek samping berbahaya pada bayi. Ibu dianjurkan berhenti menyusui hingga pengobatan selesai.1

Hal-hal yang harus diperhatikan jika ibu menyusui akan menggunakan obat:
  1. Sedapat mungkin, ibu menyusui dianjurkan untuk menghindari penggunaan obat yang tidak perlu, termasuk suplemen dan obat tradisional (jamu).2,3
  2. Jika pengobatan memang diperlukan, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan Dokter atau Apoteker mengenai keamanan obat-obat yang akan digunakan.2,3
  3. Pada saat memeriksakan diri ke Dokter, selalu informasikan bahwa ibu masih menyusui supaya Dokter meresepkan obat yang aman.
  4. Jika ibu menggunakan obat selama menyusui, maka dianjurkan untuk selalu memantau kondisi bayi. Waspadalah jika bayi menunjukkan gejala-gejala yang berbeda setelah mendapatkan ASI.2,3
  5. Jika obat diketahui memiliki efek samping yang berbahaya pada bayi, dianjurkan untuk menghindari atau menghentikan sementara pemberian ASI sampai pengobatan selesai.2,3
  6. Ibu dianjurkan untuk menjadwalkan penggunaan obat yaitu segera setelah menyusui atau pada saatwaktu tidur bayi yang paling panjang. Diharapkan kadar obat di dalam ASI paling rendah pada saat menyusui. Untuk pengaturan jadwal minum obat, ibu dapat berkonsultasi dengan Apoteker.
  7. Gunakanlah obat sesuai aturan pakai yang telah ditentukan dan jangan menghentikan atau memperpanjang pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter atau Apoteker.

Berikut ini adalah tabel yang memuat contoh obat-obat yang aman untuk digunakan selama menyusui dikarenakan kadarnya yang sangat rendah di dalam ASI atau obat tidak menimbulkan efek samping pada bayi.

CONTOH OBAT-OBAT YANG AMAN UNTUK DIGUNAKAN SELAMA MENYUSUI 1,4,6

Golongan Obat
Pilihan Obat yang Aman
Keterangan
Obat nyeri, demam, sakit kepala
Parasetamol, Ibuprofen, Asam Mefenamat
Parasetamol dan Ibuprofen memiliki data keamanan yang paling memadai.
Obat batuk berdahak
Ammonium Chloride
Gunakan dosis yang lazim untuk pengobatan jangka pendek.
Obat batuk kering
DMP (Dextromethorphan)
Pilih formula yang tidak mengandung ethanol (alkohol)
Antibakteri (antibiotik)
Amoxicillin, Ampicillin, Ceftazidime, Ceftriaxone, Cefadroxil, Cefotaxime, Erythromycin
Jika timbul gejala gangguan pencernaan (diare) atau gejala alergi (ruam kulit) pada bayi, segera hentikan obat dan berkonsultasilah dengan Dokter.
Anti TBC
Ethambutol, INH (Isoniazid), Pyrazinamide, Rifampicin, Streptomycin
Jika muncul gejala berupa kulit menguning, sariawan, dan diare pada bayi, segera hentikan obat dan berkonsultasilah dengan Dokter.
Antivirus
Acyclovir
Umumnya digunakan untuk pengobatan herpes.
Antihipertensi (obat tekanan darah tinggi)
Methyldopa, Verapamil, Captopril, Propranolol, Nifedipine
Jika timbul gejala berupa sesak nafas atau kulit membiru pada bayi, segera hentikan obat dan berkonsultasilah dengan Dokter.
Obat luar (krim/salep/bedak) untuk radang dan gatal-gatal pada kulit
Betamethasone, Calamine, Hydrocortisone
Krim/salep dioleskan tipis pada kulit dan hanya untuk pemakaian jangka pendek.
Obat asma (sesak)
Aminophylline, Salbutamol, Theophylline, Terbutaline, Beclometasone, Prednisolone
Lebih dianjurkan menggunakan obat asma bentuk inhalasi (hirup) atau spray (semprot) untuk mengurangi efek pada bayi.
Vitamin dan Mineral
Vitamin A (retinol), C, E, B1, B2, B6, B12, asam folat, zat besi
Gunakan sesuai aturan pakai (dosis yang lazim).
Obat alergi
Loratadine, Fexofenadine
Gunakan sesuai aturan pakai dan hanya untuk penggunaan jangka pendek.
Obat maag (gangguan lambung)
Antasida (Aluminium dan Magnesium Hidroksida), Ranitidine, Sucralfate
Gunakan sesuai aturan pakai dan hanya untuk penggunaan jangka pendek.
Antidiabetes
Insulin
Berkonsultasilah dengan Dokter mengenai penyesuaian (penurunan) dosis selama masa menyusui.
Kortikosteroid
Prednisolone, Prednisone
Gunakan sesuai aturan pakai dan hanya untuk penggunaan jangka pendek.


Berikut ini adalah tabel yang memuat contoh obat-obat yang sebaiknya dihindari selama menyusui dikarenakan efek sampingnya yang berbahaya pada bayi atau pengaruhnya terhadap produksi ASI.


CONTOH OBAT-OBAT YANG SEBAIKNYA DIHINDARI SELAMA MENYUSUI 1,4,6
Antibiotik: Chloramphenicol, Ciprofloxacin, Doxycycline, Metronidazole, Tetracycline
Semua obat kanker (obat kemoterapi)
Obat tekanan darah tinggi: Furosemide, Atenolol, Clonidine, diuretik golongan Thiazide
Obat alergi: Chlorpheniramine (CTM), Diphenhydramine
Obat untuk sistem saraf (penenang): Chlorpromazine, Haloperidol, Lithium
Antinyeri dan antiradang: Asetosal (Aspirin), Antalgin
Kontrasepsi oral yang mengandung estrogen
Selain obat: rokok (nikotin), kafein, dan alkohol (ethanol)


Semua contoh di atas hanyalah sebagian dari sekian banyaknya obat yang beredar. Untuk menjamin keamanan obat yang digunakan, ibu dapat berkonsultasi dengan Dokter atau Apoteker. Pastikan bayi ibu mendapatkan manfaat yang terbaik dari ASI tanpa mengabaikan kesehatan ibu sendiri.


Penyusun: Juliana Kurniawati, S.Farm., Apt.
Daftar Pustaka:
  1. Anonim, 2002, Breastfeeding and Maternal Medication: Recommendations for Drugs in the Eleventh WHO Model List of Essential Drugs, World Health Organization.
  2. Anonim, 2006, Pedoman Pelayanan Farmasi Untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI.
  3. Aslam, M., dkk., 2003, Farmasi Klinis (Clinical Pharmacy), Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
  4. Briggs, G.G., et al., 2001, Drugs in Pregnancy and Lactation, 6th Edition, USA: Lippincott Williams & Wilkins.
  5. Leon-Cava, N., et al., 2002, Quantifying the Benefits of Breastfeeding: a Summary of the Evidence, Washington: PAHO & LINKAGES Project.
  6. MICROMEDEX Healthcare Series (www.thomsonhc.com).

COMMENTS

Nama

Anekdot,10,Blogging,2,Cerpen,6,Cuaca,70,Download,24,Hong Kong,30,Iklan,3,Indonesia,2,Inspirasi,82,Islam,411,Kesehatan,66,Konsultasi,12,Kuliner,61,Malaysia,2,News,436,Opini,238,Orang Hilang,6,Pernik,22,Pojokbmi,297,Ponorogo,4,Resep,8,Singapura,2,Taiwan,65,Tekno,51,Unik,2,Wirausaha,13,Wisata,26,
ltr
item
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI: Obat Untuk Ibu Menyusui?
Obat Untuk Ibu Menyusui?
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ7VxCS3Neharm3Mvlv3-CKgASkYCymJ6IgatYyeEQAlyaFIlGQYK6GjQ
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI
http://www.de-yuan.com/2013/06/obat-untuk-ibu-menyusui.html
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/2013/06/obat-untuk-ibu-menyusui.html
true
4981504600613212983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy