2

Berkata Baik atau Lebih Baik Diam, Serta Memuliakan Tamu

Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam juga bersabda: Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya.


 هفيض مركيلف رخالامويلاو هللاب نمؤي ناكنمو , هراج مركيلف رخالا مويلاو هللاب مويناك نمو , تمصيل وأ ًاريخلقيلف رخالا مويلاو هللاب نمؤي ناك نم : لاق ملسو هيلع هللا ىلص هللا لوسر نأ هنع هللا يضر ةريره يبأ نع

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam telah bersabda : Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.
[Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

Kalimat barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, maka hendaklah ia berkata baik atau diam karena orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya tentu dia takut kepada ancaman-Nya, mengharapkan pahala-Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Yang terpenting dari semuanya itu ialah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badannya, sebagaimana tersebut pada firman Allah : Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya. (QS. Al Isra : 36)

dan firman-Nya: Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan Atid. (QS. Qaff : 18)

Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam juga bersabda: Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya.

Beliau juga bersabda : Tiap ucapan anak Adam menjadi tanggung jawabnya, kecuali menyebut nama Allah, menyuruh berbuat maruf dan mencegah kemungkaran.

Barang siapa memahami hal ini dan beriman kepada-Nya dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka Allah akan memelihara lidahnya sehingga dia tidak akan berkata kecuali perkataan yang baik atau diam.

Sebagian ulama berkata: Seluruh adab yang baik itu bersumber pada empat Hadits, antara lain adalah Hadits barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Sebagian ulama memaknakan Hadits ini dengan pengertian; Apabila seseorang ingin berkata, maka jika yang ia katakan itu baik lagi benar, dia diberi pahala. Oleh karena itu, ia mengatakan hal yang baik itu. Jika tidak, hendaklah dia menahan diri, baik perkataan itu hukumnya haram, makruh, atau mubah. Dalam hal ini maka perkataan yang mubah diperintahkan untuk ditinggalkan atau dianjurkan untuk dijauhi Karena takut terjerumus kepada yang haram atau makruh dan seringkali hal semacam inilah yang banyak terjadi pada manusia. Allah berfirman : Apapun kata yang terucapkan pasti disaksikan oleh Raqib dan Atid. (QS.Qaaf : 18)

Para ulama berbeda pendapat, apakah semua yang diucapkan manusia itu dicatat oleh malaikat, sekalipun hal itu mubah, ataukah tidak dicatat kecuali perkataan yang akan memperoleh pahala atau siksa. Ibnu Abbas dan lain-lain mengikuti pendapat yang kedua. Menurut pendapat ini maka ayat di atas berlaku khusus, yaitu pada setiap perkataan yang diucapkan seseorang yang berakibat orang tersebut mendapat pembalasan.

Kalimat hendaklah ia memuliakan tetangganya.., maka hendaklah ia memuliakan tamunya ,menyatakan adanya hak tetangga dan tamu, keharusan berlaku baik kepada mereka dan menjauhi perilaku yang tidak baik terhadap mereka. Allah telah menetapkan di dalam Al Quran keharusan berbuat baik kepada tetangga dan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : Jibril selalu menasehati diriku tentang urusan tetangga, sampai-sampai aku beranggapan bahwa tetangga itu dapat mewarisi harta tetangganya.

Bertamu itu merupakan ajaran Islam, kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Sebagian ulama mewajibkan menghormati tamu tetapi sebagian besar dari mereka berpendapat hanya merupakan bagian dari akhlaq yang terpuji.



Pengarang kitab Al Ifshah mengatakan : Hadits ini mengandung hukum, hendaklah kita berkeyakinan bahwa menghormati tamu itu suatu ibadah yang tidak boleh dikurangi nilai ibadahnya, apakah tamunya itu orang kaya atau yang lain. Juga anjuran untuk menjamu tamunya dengan apa saja yang ada pada dirinya walaupun sedikit. Menghormati tamu itu dilakukan dengan cara segera menyambutnya dengan wajah senang, perkataan yang baik, dan menghidangkan makanan. Hendaklah ia segera memberi pelayanan yang mudah dilakukannya tanpa memaksakan diri. Pengarang juga menyebutkan perkataan dalam menyambut tamu.

Selanjutnya ia berkata : Adapun sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam maka hendaklah ia berkata baik atau diam , menunjukkan bahwa perkatan yang baik itu lebih utama daripada diam, dan diam itu lebih utama daripada berkata buruk. Demikian itu karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam dalam sabdanya menggunakan kata-kata hendaklah untuk berkata benar didahulukan dari perkataan diam. Berkata baik dalam Hadits ini mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum muslim, amar maruf dan nahi mungkar berdasarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, berkata yang baik kepada orang lain. Dan yang terbaik dari semuanya itu adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan orang yang ditakuti kekejamannya atau diharapkan pemberiannya.

COMMENTS

loading...
Nama

Anekdot,10,Blogging,2,Cerpen,6,Cuaca,71,Download,24,Hong Kong,42,Iklan,3,Indonesia,13,Inspirasi,83,Islam,411,Kesehatan,66,Konsultasi,12,Kriminal,1,Kuliner,61,Malaysia,7,News,478,Opini,238,Orang Hilang,7,Pernik,24,Pojokbmi,345,Ponorogo,4,Resep,8,Singapura,2,Taiwan,80,Tekno,51,Unik,2,Wirausaha,13,Wisata,26,
ltr
item
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI: Berkata Baik atau Lebih Baik Diam, Serta Memuliakan Tamu
Berkata Baik atau Lebih Baik Diam, Serta Memuliakan Tamu
Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam juga bersabda: Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya.
http://2.bp.blogspot.com/-Kvhk5NSy998/VbgVHaLevEI/AAAAAAAAAa0/9ei_z1VjCfQ/s320/images.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-Kvhk5NSy998/VbgVHaLevEI/AAAAAAAAAa0/9ei_z1VjCfQ/s72-c/images.jpg
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI
http://www.de-yuan.com/2015/07/berkata-baik-atau-lebih-baik-diam-serta.html
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/2015/07/berkata-baik-atau-lebih-baik-diam-serta.html
true
4981504600613212983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy