2

Saya Sudah Mencari Nafkah, Kenapa Masih Saya Juga Yang Harus Hamil dan Melahirkan?

DE-YUAN.COM - Kondisi ekonomi yang kembang kempis serta susahnya mencari kerja bagi kaum laki-laki di Indonesia memaksa para istri harus berjuang bekerja jauh dari keluarga untuk mencari nafkah yang sebenarnya menjadi tanggung jawab lelaki. Menjadi buruh migran [TKI] adalah pilihan yang paling di gemari, kenapa demikian ? Untuk menjadi TKI di luar negeri, bukanlah hal sulit dan bahkan mendapat iming-iming uang saku yang tidak sedikit. Hal inilah yang menjadi pemicu utama membeludaknya TKI Wanita atau TKW dari Indonesia ke luar negeri.

Saya Sudah Mencari Nafkah, Kenapa Masih Saya Juga Yang Harus Hamil dan Melahirkan?
Foto Bapak-bapak yang bertukar peran dengan istrinya
DE-YUAN.COM - Kondisi ekonomi yang kembang kempis serta susahnya mencari kerja bagi kaum laki-laki di Indonesia memaksa para istri harus berjuang bekerja jauh dari keluarga untuk mencari nafkah yang sebenarnya menjadi tanggung jawab lelaki. Menjadi buruh migran [TKI] adalah pilihan yang paling di gemari, kenapa demikian ? Untuk menjadi TKI di luar negeri, bukanlah hal sulit dan bahkan mendapat iming-iming uang saku yang tidak sedikit. Hal inilah yang menjadi pemicu utama membeludaknya TKI Wanita atau TKW dari Indonesia ke luar negeri.

Kalau ditilik dari persepsi agama Islam, hal ini sebenarnya tidak sejalan dengan prinsip rumah tangga Islam dimana tanggung jawab nafkah adalah tanggung jawa laki-laki. Serta kehidupan rumah tangga yang saling berjauhan memicu keretakan dan mengancam keharmonisan rumah tangga, namun bagi mereka yang nekad menjadi TKW memang tidak pilihan lain lagi. 

Bagaimana tidak, untuk menjadi TKL semuanya harus dengan biaya dan itu tidak sedikit. Jadi tidak heran kalau wanita lah yang menjadi solusi satu-satunya dalam hal ini, karena ada yang bilang 'lek gak wong sugih ki sak iki gak iso mangkat dadi TKL'. Kenapa demikian? Memang untuk menjadi TKL paling tidak kita harus merogoh kocek tak kurang dari 30 juta rupiah. Dan anehnya, untuk para wanita justru mendapat uang saku tak kurang dari 1 juta rupiah. Inilah yang menyebabkan membeludaknya TKW daripada TKL.

TKW menjadi komoditi yang sangat menguntungkan bagi negara namun tidak demikian bagi keharmonisan keluarga. Banyak kasus yang membuat rumah tangga retak, perceraian bahkan TKW yang lupa akan kampung halaman dan anak-anak mereka karena tergiur kenikmatan hidup di luar sana. Lalu, bagaimana pemerintah menaggapi hal ini? Pernahkah mereka memikirkan akibat ini semua atau hanya sibuk meningkatkan devisa negara melalui kami para TKI? Tanpa mau berpikir resiko yang kami hadapi dalam kehidupan rumah tangga? Tidakkah pemerintah memberi solusi terbaik berupa pinjaman modal untuk keluar negeri bagi para TKL sehingga bisa menekan pertumbuhan TKW ke luar negeri dan lebih bisa memaksimalkan fungsi wanita sebagai Pendidik Utama dan Pertama bagi anak-anak mereka?

Mungkin hal ini hanya wacana lucu yang tak akan pernah terjamah oleh mereka yang duduk di bangku empuk. Ya dan bahkan hal itu tak akan pernah terpikir oleh mereka. Tak heran kalau lambat laun fungsi person dalam rumah tangga akan terbalik. Dimana Si Istri yang mendapat tanggungan mencari nafkah dan suami yang mendapat tanggungan mengurus rumah tangga.... Aneh tapi itulah yang terjadi. Namun herannya, kenapa pengalihan fungsi itu tidak maksimal, kenapa kaum wanita yang harus tetap hamil dan melahirkan? Bukankah hal ini tidak adil bagi kaum hawa?

Sungguh ironis, tapi itulah negeriku Indonesia dengan para pemimpinnya yang mulia yang lebih suka duduk dan bermain gold di lapangan terbuka dengan para Caddy Golf. Pak bapak, bagaimana jika istri-istrimu kau suruh bekerja di luar negeri untuk menghidupimu? Pikirkan nasib kami pak, jangan hanya berpikir bagaimana devisamu naik dan naik saja. #kritikan keras buatmu yang duduk di bangku empuk. [ir]
loading...
Nama

Anekdot,10,Blogging,2,Cerpen,6,Cuaca,71,Download,24,Hong Kong,42,Iklan,3,Indonesia,13,Inspirasi,83,Islam,411,Kesehatan,66,Konsultasi,12,Kriminal,1,Kuliner,61,Malaysia,7,News,479,Opini,238,Orang Hilang,7,Pernik,24,Pojokbmi,346,Ponorogo,4,Resep,8,Singapura,2,Taiwan,82,Tekno,51,Unik,2,Wirausaha,13,Wisata,26,
ltr
item
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI: Saya Sudah Mencari Nafkah, Kenapa Masih Saya Juga Yang Harus Hamil dan Melahirkan?
Saya Sudah Mencari Nafkah, Kenapa Masih Saya Juga Yang Harus Hamil dan Melahirkan?
DE-YUAN.COM - Kondisi ekonomi yang kembang kempis serta susahnya mencari kerja bagi kaum laki-laki di Indonesia memaksa para istri harus berjuang bekerja jauh dari keluarga untuk mencari nafkah yang sebenarnya menjadi tanggung jawab lelaki. Menjadi buruh migran [TKI] adalah pilihan yang paling di gemari, kenapa demikian ? Untuk menjadi TKI di luar negeri, bukanlah hal sulit dan bahkan mendapat iming-iming uang saku yang tidak sedikit. Hal inilah yang menjadi pemicu utama membeludaknya TKI Wanita atau TKW dari Indonesia ke luar negeri.
http://2.bp.blogspot.com/-eqIeA1076U0/VkVk3v1l0bI/AAAAAAAAC_0/j7CFG8su52A/s1600/12248862_338735482963605_1393308501_n.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-eqIeA1076U0/VkVk3v1l0bI/AAAAAAAAC_0/j7CFG8su52A/s72-c/12248862_338735482963605_1393308501_n.jpg
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI
http://www.de-yuan.com/2015/11/saya-sudah-mencari-nafkah-kenapa-masih.html
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/2015/11/saya-sudah-mencari-nafkah-kenapa-masih.html
true
4981504600613212983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy