2

Antara Fuyong dan Formosa

Haa ... haa ... haa ... Ibuuu, lihat anakmu yang satu ini. Sepertinya dia mulai gila," ledek Dwi padaku, saat melihatku sedang membereskan tas yang aku bawa dari Singapura.

Antara Fuyong dan Formosa
[Motivation Quote]

"Haa ... haa ... haa ... Ibuuu, lihat anakmu yang satu ini. Sepertinya dia mulai gila," ledek Dwi padaku, saat melihatku sedang membereskan tas yang aku bawa dari Singapura. 

"Hustt ... sembarangan! Ini itu jimat penyemangat tau," jelasku. 

"Jadi benar ya, Mbak di Singapura itu kerjanya mungutin sampah? Haa ... haa ... haa ... sampah kayak gitu dibawa pulang," ledeknya lagi. 

"Sampah? Maksudmu apa Dwi?" tanya ibu keluar dari dapur. 

"Ini Bu, masa Mbak pulang dari Singapura bawa banyak sobekan-sobekan koran dan majalah? Kalau dikilo beratnya lebih dari 2 Kg, apa enggak gila namanya?" jelasnya. 

Aku hanya diam, tak menghiraukan dan tersenyum. Dwi terus meledekku, ibu pun akhirnya tertawa dan ikut meledekku juga. 
****

Percakapan itu lebih dari satu setengah tahun lalu, kini semua sudah tak seperti dulu. Bukan lagi sobekan-sobekan koran dan majalah yang aku kumpulan, semangat dan keseriusanku yang harus diutamakan.  

"Kalau aku pulang dari Singapura, aku ingin menjadi seorang penulis, seorang jurnalis, seorang guru bahasa inggris, sekaligus perintis perpustakaan gratis."  Itulah sebagian keinginanku di masa lalu, karena itu aku mengumpulkan sobekan-sobekan koran dan majalah. 

Semasa di Singapura aku hanya memegang sebuah telepon genggam biasa, tak ada Facebook, Twitter, WhatsApp, Line dan sebagainya, hanya majalah dan koran yang aku baca, tak semuanya bisa aku baca karena sebagian bertuliskan huruf China. 

Setiap enam bulan sekali ada majalah untuk Foreign Wrokers  dari Ministry Of Manpower  atau Menteri Tenaga Kerja. Saat itulah rasa bahagiaku tiba, melahap semua tulisan yang ada di dalamnya. Setiap majalah terdapat tiga bahasa, Inggris, China dan tergantung pekerja asalnya dari mana, seperti aku yang berasal dari Indonesia, di majalah itu pun ada bahasa Indonesianya. 

Bukan hanya itu saja, setiap satu minggu satu kali, anak dari Nenek yang aku jaga, datang membawa setumpuk koran yang sudah mereka baca untuk dijual, karena setiap hari selasa ada seorang yang berkeliling membeli koran bekas. Biasanya hasil dari menjual koran itu uangnya untuk aku, namun sebelum pembeli koran bekas itu datang, semua koran yang berbahasa Inggris sudah aku baca, jika ada cerpen, puisi atau tulisan yang menginspirasi pasti langsung aku sobek dan aku simpan. Apa lagi jika itu majalah-majalah komunitas Hollan Bukit Timah yang diprakasai Menteri Vivian Balakrisnan, tak perlu aku baca, langsung aku simpan. Jika ada waktu luang, semua aku lahap dengan perlahan. 

Karena aku tinggal di Fuyong Estate, tepat di bawah kaki Bukit Bukit Timah Hill, daerah Bukit Timah, jadi majalah-majalah komunitas Hollan Bukit Timah GFC sering muncul di dalam kotak surat depan gerbang rumah Nenek yang kujaga itu. Sebuah majalah komunitas yang sangat menginspirasi, karena Bukit Timah kaya akan cagar alamnya. Ketika aku pulang ke Indonesia, semua sobekan-sobekan koran dan majalah yang aku kumpulan, aku bawa pulang. Dan kini masih tersimpan rapih dalam lemari. 
****
[post_ads]
"Ndou, teruslah mencoba dan berusaha, aku yakin kamu pasti bisa. Hanya saja kamu selalu kehilangan semangat, jadi semangatlah selalu!" pesan seorang yang menginspirasiku.

Mei 2015 lalu, melalui beranda facebook, aku bertemu dengan salah satu sahabat pena. Ia sama sepertiku, hanya seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja sebagai penjaga lansia, namun memiliki hati seperti Dewa dan semangat yang luar biasa. Salah satu penulis buku Babu Traveler serta ketua dari Komunitas Penulis Kreatif Taiwan (Kpker Taiwan). Dan pada bulan juli aku pun mencoba menjadi anggotanya. 

Kini aku berada di tengah sahabat pena yang luar biasa. Bahagiaku tak terhinga, bisa bertemu mereka para pecinta sastra di negeri Formosa, tempat di mana aku bekerja. Meski hanya lewat dunia maya, kami sudah seperti keluarga dengan seorang ibu bernama Tari Sasha.

Minggu, 01 November, perjalanan pertamaku menuju Taipe, sebuah ibu kota Negara tempat sekarang aku berada, dan ditanyalah akhirnya aku bisa bertemu dengan Tari Sasha, pertemuan pertama dalam dunia nyata. Meski satu minggu sebelumnya aku tak bisa hadir dalam kopdar, kopi darat yang diadakan oleh KPKers Taiwan, rasa bangga tetap kurasa meski hanya bertemu biasa, bukan dalam sebuah acara. 


Dalam pertemuan singkat itu, banyak hal yang aku temukan. Bahagia benar-benar terasa, meski hanya sesaat saja. Mungkin yang saat itu aku rasa, sama seperti halnya ketika burung keluar dari sangkarnya. Kepala yang berat terasa ringan seketika. Pokoknya, luar biasa indahnya, hari itu. 

"Kenapa setiap stasiun pemberhentian, pintu MRT-nya selalu pas pada tempatnya? Padahal MTR enggak ada supirnya," ucap seseorang yang berdiri di sampingku di dalam MTR, saat menuju Taipe Main Station. Itu adalah sebuah pertanyaan yang sering aku lontarkan dalam hati, saat dulu pertama kali naik MRT. Membuatku bernostalgia lagi. 

Meskipun tak ada sisa, secarik poto atau potret biasa, namun hingga kini masih tersimpan di hati. Terima kasih Buk Tari, karena kau telah memperkenalkanku dengan dunia tulis lagi. Dan mempertemukanku, dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan diri dan semangat yang tinggi. Semua ini menjadikan mimpiku di Singapura lalu semakin terbuka. Semoga setelah aku kembali ke Indonesia, semua mimpiku menjadi nyata. 

Taichung, 14 Januari 2016
Foreign Wrokers : Pekerja Asing 
Bukit Timah Hill : Bukit Bukit Timah 
MRT (Mass Rapid Transit) : Sebuah sistem transportasi transit cepat atau biasa disebut kereta listrik cepat. 

Penulis adalah seorang BMI (Buruh Migran Indonesia) yang ingin menjadi seorang penulis, dan tergabung dalam salah satu anggota Komunitas Penulis Kreatif di Taiwan. Dengan nama pena Dhea Artanti, kelahiran Subang Jawa Barat, tepatnya di kecamatan Pusakanagara.

COMMENTS

loading...
Nama

Anekdot,10,Blogging,2,Cerpen,6,Cuaca,71,Download,24,Hong Kong,58,Iklan,3,Indonesia,20,Inspirasi,83,Islam,412,Kesehatan,66,Konsultasi,13,Kriminal,1,Kuliner,61,Malaysia,17,News,543,Opini,238,Orang Hilang,7,Pernik,26,Pojokbmi,414,Ponorogo,4,Resep,8,Singapura,3,Taiwan,101,Tekno,51,Unik,2,Wirausaha,13,Wisata,26,
ltr
item
DE-YUAN.COM ~ Berita Online Hari Ini: Antara Fuyong dan Formosa
Antara Fuyong dan Formosa
Haa ... haa ... haa ... Ibuuu, lihat anakmu yang satu ini. Sepertinya dia mulai gila," ledek Dwi padaku, saat melihatku sedang membereskan tas yang aku bawa dari Singapura.
http://3.bp.blogspot.com/-FfTovjrch5c/VphNVgmXNNI/AAAAAAAAD8Q/sANiznlgZZ0/s640/PicsArt_01-14-07.47.34.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-FfTovjrch5c/VphNVgmXNNI/AAAAAAAAD8Q/sANiznlgZZ0/s72-c/PicsArt_01-14-07.47.34.jpg
DE-YUAN.COM ~ Berita Online Hari Ini
http://www.de-yuan.com/2016/01/antara-fuyong-dan-formosa.html
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/2016/01/antara-fuyong-dan-formosa.html
true
4981504600613212983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy