2

Sebait Rindu

Wajar, Nduk. Kalau kamu pun merasakannya di sana, karena Andre adalah darah dagingmu. Meski kalian jauh, tetapi tali kasih tak pernah terputuskan,

Ilustrasi google
"Wajar, Nduk. Kalau kamu pun merasakannya di sana, karena Andre adalah darah dagingmu. Meski kalian jauh, tetapi tali kasih tak pernah terputuskan," papar mamak menenangkan.

Aku menggigit bibir, menahan desak-desak air mata yang hendak keluar. Tetapi, akhirnya desakan itu berhamburan. Hingga membasahi keyboard Acsus pipih kesayanganku.

***

Tak seperti biasa, hari ini seluruh persendian tubuhku terasa lemas, lunglai, dan tak berdaya. Mulai pagi hingga siang hari, gairah melakukan rutinitas seakan sirna. Pekerjaan kulakukan hanya sekedar untuk pantas-pantas saja, sebagai identitas diri jika setiap bulan menerima jatah gaji.

"Etty, kamu kenapa? Kog hari ini sepertinya tidak bahagia?" tanya oma menyelidik.

"Gak apa-apa, Oma. Cuma sedikit sariawan. Jadi males bicara," kilahku mencari alasan, agar tidak dihujani pertanyaan terus.

Oma memang intellegent. Bahkan di usianya yang nyaris 1 abad. Daya pikir dan ingatannya masih kuat. Kebersamaan yang sekian lama, membuat beliau hafal akan tabiatku. Kapan di saat senang hatiku senang? Dan bagaimana reaksiku  jika tengah bersedih. Beliau hafal setiap tanggal 29 pagi, senyumku selalu merekah bak bunga mawar. Karena siangnya si bos pasti memberikan gajian. He ... he ... he ....

***

Jam dinding berdenting dua belas kali, pertanda saatnya untuk makan siang untuk oma dan tuan juragan. Setelah semua menu telah terhidang di atas meja, aku pun mempersilakan mereka.

"Oma, Tuan.Silakan makan siang," Ucapku seramah mungkin.

"Iya, Etty. Terima kasih," jawab tuan seraya melangkah menuju ruang makan.

Kuputuskan untuk tidak makan bersama mereka. Meski entah berapa kali oma memanggil-manggil namaku agar segera duduk di sampingnya dan menyantap hidangan.

"Etty, kamu sibuk apa? Kenapa gak ke sini makan?" panggil oma dengan logat khasnya.

"Sebentar Oma. Etty mau buat jus buah," jawabku mencari alasan, agar bisa berlama-lama di dapur.
[post_ads]
***

Ting!
Chatting dengan Mr X, yang menerangkan tangan sahabatnya masuk ke mesin pres-pressan.
Ting!
Pesan dari rekan mahasiswa yang tengah membahas Tuton online.
Ting!
Chatting lagi untuk pengajuan donasi, yang kini terpaksa dicanceled.

Dengan piawai jemariku menari di atas tuts layar pintar. Maklumlah. Si putih--Samsung Galaxy--memang menjadi kekasih terindah dalam hidupku. Dia yang selalu setia, menemani kemana pun aku pergi. Tanpa pernah berpikir untuk melirik yang lain, apa lagi komplain kelelahan. Ia selalu setia, baik suka maupun lara.

***

Kuseruput kuah sup beberapa tegukan, lalu kusumpit beberapa helai sayuran hijau untuk mengisi perut  yang terasa berdendang karena lapar. Namun, sayangnya tak sedikit hasrat pun untuk menjamah hidangan dan melahapnya dengan enak. Entahlah! Aku sendiri tidak tahu, kenapa hari ini sangat tak bersemangat?

Setelah membasuh kedua mata kaki dengan air wudhu, segera kulakukan sujud tawadu' empat rekaat. Berharap rasa gamang yang kurasakan sirna. Namun belum selesai aku melipat mukena, suara oma kembali berkicau. Maklumlah, suaranya bagaikan Symponi Bethoven yang bisa kunikmati selama 24 jam.

"Etty, oma mau istirahat dulu. Setelah pai-pai [1]  kamu juga pergi istirahat!"

"Iya, Oma."

Tak berapa lama kemudian sudah kudengar dengkuran halus dari kamar oma. Wanita renta itu telah lelap dalam buaian tidur siangnya. Tetapi tidak dengan diriku. Netra ini berasa enggan dipejamkan. Meskipun kemarin malam aku harus begadang hingga pukul 02.00 dini hari.

Miring salah, tengkurap juga salah. Kutatap langit-langit kamar tanpa tujuan. Pikiranku melayang, merindukan buah hati yang kusayangi.

"Andre, sedang apa kamu nak. Mama kangen," gumamku dalam hati.

***

Kulalui hari dengan penuh kebodohan. Waktuku hanya habis menjelajahi dunia maya. Berpetualang dari satu laman ke laman Facebook lainnya. Menebar jempol ke setiap sudut  status yang lewat di berandaku. Tak sebait kata pun kutulis, tak satu nomor pun tugas kuliah kukerjakan, dan tak selembar module pun kubuka untuk kubaca. Seharian aku dibuai dengan rasa gamang, dan membawa ke atas tahta kemalasan. Benar-benar aneh.

Ping!

"Bisa telepone rumah sekarang, Mba!" pesan BBM dari adikku.

Ada apa? Pertanyaan berkecamuk dalam hati ini. Tidak biasanya si adik BBM dan menyuruh telepone seketika. Karena tiap malam sehabis salat isya selalu kusempatkan telepone keluarga di rumah. Meski tidak begitu lama, karena malamnya harus mengikuti kelas online dan mengerjakan beberapa tulisan.

Segera kuraih gadget pintarku. Menekan nomor yang terlarik rapi di dalam hati. Nomor itu begitu kuhafal, karena setiap malam aku hubungi.

"Assalamu'allaikum, ada apa, Dek? Bagaimana kabar rumah?" tanyaku beruntun kepada orang rumah.

"Wallaikum salam. Andre sakit, Mba. Tadi panjatan jatuh, kepalanya sampai bocor," papar adik menjelaskan.

"Astaghfirullah ... kog bisa? Terus gimana keadaannya sekarang?"

Tenaga ini berasa sirna, gemetar menggerogoti persendian. Bahkan pita suara pun tercekat di kerongkongan. Bayangan wajah seorang anak laki-laki kecil yang telah kutinggalkan bertahun-tahun kini berkelebat cepat di dalam ingatan.

"Mba ..." 

Aku tersentak kaget. Buyar lamunan. Serasa bulir bening mulai membasahi pipi.

"Iy ...i-y-a, Dek. Mba denger. Gimana keadaan adek Andre sekarang?" kuulangi lagi pertanyaan itu.

"Udah dibawa ke dokter kog, Mba. Dan gak perlu dijahit. Sekarang dia sudag tidur, setelah minum obat."

"Syukurlah kalau begitu. Mamak mana, Dek? Mba mau ngomong."

Sembari menunggu suara mamak, aku kembali tercengang. Perasaan bersalah, rindu, sedih, bercampur aduk. Ingin sekali aku pulang, dan bisa memeluk tubuh putra sematawayangku. Menenangkan saat dia merintih karena luka sakit. Atau menyiapkan air minum dan obat untuk kesembuhannya.

"Sayang, maafkan mama ya? Sampai kini mama belum bisa ada di sisimu. Menemani hari-harimu. Serta mengajarkanmu ejaan demi ejaan pelajaran sekolah. Maafkan mama, Nak. Tetapi mama berjanji. Akan mama suguhkan sebuah kado bahagia dan istimewa, di saat kau mulai mengenal arti kehidupan," desahku lirih

♡Untukmu Ananda♡
Jika rindu ini dapat kuukir, takkan ada kanvas yang lebih berharga; selain sebait doa. Dan kubiarkan ayat-ayat indah bersenadung, sembari kueja namamu di dalam hati. Tetaplah kau tersenyum, memainkan lentik pena dalam kehidupan. Tulislah cerita yang paling indah, antara; aku, kamu, bersama indahnya keluarga kita, Sayang!


[1] pai-pai: sebutan orang Taiwan untuk pelaksanaan ibadah.

Kerinduan Hati, 15 April 2016

Note:
Cerita sederhana ini adalah pewakil rasa dari penulis, di mana suara tak bisa menyeruakkan rindu. Waktu yang belum memberi restu untuk bertemu. Melalui tulisanlah ia berkata. Untuk itu marilah menulis! Meski dari kisah pribadi.

Karya : Etty Diallova
Mahasiswi UT-Taiwan, Aktivis Sosial dan BMI Taiwan
ilustrasi gambar : google





COMMENTS

loading...
Nama

Anekdot,10,Blogging,2,Cerpen,6,Cuaca,66,Download,24,Hong Kong,15,Iklan,3,Inspirasi,82,Islam,411,Kesehatan,65,Konsultasi,12,Kuliner,61,News,397,Opini,237,Orang Hilang,4,Pernik,22,Pojokbmi,243,Ponorogo,3,Resep,7,Taiwan,48,Tekno,51,Wirausaha,13,Wisata,26,
ltr
item
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI: Sebait Rindu
Sebait Rindu
Wajar, Nduk. Kalau kamu pun merasakannya di sana, karena Andre adalah darah dagingmu. Meski kalian jauh, tetapi tali kasih tak pernah terputuskan,
https://2.bp.blogspot.com/-UCmti9tJiv8/VxInIiu0sqI/AAAAAAAAFfk/IPVb5tj-OL0ick9YUPNsJNRXobr3saGowCLcB/s640/rindu3.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-UCmti9tJiv8/VxInIiu0sqI/AAAAAAAAFfk/IPVb5tj-OL0ick9YUPNsJNRXobr3saGowCLcB/s72-c/rindu3.jpg
DE-YUAN.COM ~ Media Online TKI
http://www.de-yuan.com/2016/04/sebait-rindu.html
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/
http://www.de-yuan.com/2016/04/sebait-rindu.html
true
4981504600613212983
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close